Tuesday, February 15, 2011

Season of The Witch

Kejadiannya kemaren, bersama Inge, Olin, dan Yuchan, jam setengah 10 malem di peveje. Sayang sekali Dira dan Obi gak bisa ikutan, huhuu T-T.

Filmnya? Bingung nyeritainnya. Di awal film, filmnya kayak film horror. Edan serem banget. Dan karena ini film gw yang usulin, Yuchan bahkan nanya, "Serius ini film pilihan lo bu?".

Yes, gw juga bertanya-tanya kenapa filmnya film horrooorr~ Dx Soalnya pas baca resensi, jujur aja yang kebayang film macem Beowulf gitu.

Gak taunya.....

Tapi horror cuma bertahan sesaat. Visual serem nya emang kenceng banget, tapi ya cuma di awal itu kaget-kagetan ala film serem nya. Untungnya.

Nah, pemeran utamanya kan Nicolas Cage, sebagai Behmen, dia desertir dari Perang Salib yang kecewa gara-gara di perang terakhirnya pasukannya ngebobol benteng kota yang isinya civilian semua. Perempuan, anak-anak, dibunuh-bunuhin semua sama pasukannya. Si Behmen juga gak sengaja ngebunuh ibu-ibu, trauma berat doi, yang akhirnya bikin dia sama Felson jadi desertir.

Di perjalanan pulang mereka mampir di satu-kota-entah-apa-gw-lupa-namanya buat masok persediaan makanan. Tapi ternyata kota ini udh kena wabah ngeri abis yang bikin korbannya mati mengerikan. I really mean it, ngeri abis.

Konon wabah di kota itu gara-gara penyihir wanita yang sementara itu lagi ditahan yang akhirnya harus dibawa ke Kota Severac buat dibaca-bacain mantra biar wabahnya hilang. Walaupun ternyata si penyihir bukan penyihir tapi kira-kira gitu deh ceritanya.

Yang bikin kita semua pusing adalah film ini berasa gonta-ganti genre sepanjang film. Di awal berasa film horor, trus berasa film kolosal, eh di akhir-akhir ada CGI demon, ada semacam zombie pula. Entah berapa kali deh tu gw nanya sama Inge, yang entah kenapa kalo nonton bareng pasti duduk di sebelah gw despite apapun yang pernah terjadi di film-film sebelumnya yang kita tonton bareng, "Nge, ini film apaan sih?".

Yaudalaya, the money has been spent.
Gak usah disesali lebih lanjut, pedih hati.

Asiknya, pulang nonton kemaleman itu, nginep di rumah Dira. Dira nya gak ikut, tapi kita pulangnya ke rumah Dira. Aneh kan? Banget. Sampe rumah Dira juga Dira nya udah tidur. Luar biasa sekali.

Kita harus jalan bareng lagiii~
Nginep dan karaoke battle berisik lagiiii~
And next time, Obi has to be there too with us!!

Saturday, February 5, 2011

Tua

Bukan, bukan gw yang ultah, si Puta yang ultah.
Yang kedelapan belas.
18.

WHAT THE?!! Si Puta??
I FEEL OOOOLD~

Oke, sebelum pada bertanya-tanya, Puta itu adek gw yang pertama; 2,5 tahun lebih muda walaupun sejak 2 tahun ke belakang dia yang selalu disangka lebih tua.

Siapa suruh punya muka boros.

Puta yang dulu nya lucu itu, jadi jaim sekarang. Gak asik. Ngomong jarang-jarang, untung gw gak lupa kalo dia bukannya bisu. Plus, he's got a girlfriend now. Semakin jaim saja.

I wonder, what he'll be like in 5 years, apakah makin jaim? Atau mungkinkah dia tiba-tiba insaf kalo image gak usah dijagain sebegitunya? Yaah, we can only wish for the best.

Dia lagi nyiapin diri buat segala ujian di akhir tahun SMA; ujian nasional, ujian masuk, segala macam ujian deh pokoknya. Jadi, bagi siapapun yang baca posting ini, dimohon kesediaannya untuk ikut mendoakan adik saya yang jaim ini. *semena-mena*

Semoga dimudahkan dan dilancarkan, dan diberikan hasil yang terbaik. Amin ya robbal alamin.

Sankyuuu~

Wednesday, February 2, 2011

Matryoshka

Udah lama gak nge-post sesuatu berlabel recently read, jadi ya here it is.

Matryoshka by Yuki Andou. One-shot, 50 halaman, and by far it made it to my favorite list. Ringan dan manis, just the way i like it. :3

Ceritanya tentang Yuuri (who's a guy anyway) yang udh pernah 15 kali pacaran selama 19 tahun hidupnya. Semua kisah cintanya berantakan, soalnya si Yuuri ini agak aneh. Bayangin aja, dia pernah berencana ngasih magic wand, a toy, buat pacarnya yang 3 tahun lebih tua as a Christmas gift. Nuts, isn't he?

Nah, si Yuuri ini, punya childhood friend, named Nina (the heroine). Yuuri would always come crying to Nina every time he got dumped by his girlfriend, and Nina would always sigh and cheered him up.

Satu hari di awal cerita, Yuuri comes crying to Nina. Dia baru aja diputusin pacarnya gara-gara ngasih Matryoshka as a birthday present.

Buat yang gak tau matryoshka itu apa, menurut Wikipedia


A matryoshka doll, or babushka doll is a Russian nesting doll which is a set of dolls of decreasing sizes placed one inside the other.

Well, you'll know it once you read the manga, so chill.

Then, as Nina opening each doll up, Yuuri remembering the past memories of him he spent with Nina, and realizing that he's actually been ridiculously in love with her since the very beginning. Dan seperti yang diharapkan, Nina too has always loved Yuuri, and that's your happy ending.

Maniiissss~ Baca sendiri deh biar lebih paham.

P.S. Yes, i'm slacking. Ben Willis from the movie Cashback said that doing something else other than the work you're supposed to do is addictive. Can't agree more.

Oh, and about that picture i posted last time, it got neglected. Yay me. *facepalm*
 

Template by Best Web Hosting